Ulin Pasangan/Bubuka

  • Diposting oleh Deni Priyatin
  • di 21.17 -
  • 0 komentar


Jumlahnya 33 sikap pasangan/bubuka. jika disusun dari satu hingga sebelas bisa menjadi 3 rangkaian Jurus bubuka (pasangan).
 
Jurus Pasangan/ Bubuka merupakan sikap awal untuk menghadapi lawan, tentunya banyak cara untuk merubah sikap pasangan/bubuka tadi  ketika kita menyerang atau pun menghadapi serangan. Umumnya di dalam Ulin Santika sikap pasangan yang tertutup atau posisi tangan yang rapat dengan dada, tetapi ada juga sikap pasang yang terbuka, tapi itu juga hanya sekedar  untuk memancing serangan, dan secepatnya  kembali  dirapatkan dengan badan.


 Pasang Caladi

Singkatnya dengan Sikap Pasangan/Bubuka akan tergambar langkah selanjutnya jika melakukan serangan ataupun di serang tentunya dengan memperhatikan kaedah kaedah dan sifat dari masing masing sikap pasangan/bubuka tadi, fungsinya, aliran tenaga, maupun titik berat keseimbangan kuda kuda.
Jadi bukan gerakan kaidah tangan yang hanya sekedar “mensilatkan” saja yang selanjutnya gerakannya tidak ada bedanya dengan beladiri import.

Jurus Pasangan/bubuka bisa untuk menahan serangan, tapi yang terpenting adalah untuk membuka serangan kita terhadap lawan. Dalam melakukan  jurus pasangan/bubuka perlu diperhatikan  kuda-kuda yang kokoh (panceg) dengan titik berat  ke belakang atau ke depan hal itu diatur keperluannya, dengan memperhatikan terhadap sikap pasang dan posisi kuda kuda lawan. Dalam sikap kuda-kuda tentunya harus yang memudahkan  untuk bergeser menghindar atau menangkis serangan lawan,  tapi  jangan  sekedar menghindar melainkan harus balik membalas serangan. Dengan kata lain sambil menghindar  dengan melakukan serangan terhadap lawan. bukan sekedar menghindar dengan membiarkan  lawan leluasa melakukan serangan terhadap kita.

Dengan jurus Pasangan/bubuka Jika di Serang kita bisa :

  1. Menghindar dengan membalas, menyiku, menampar (ngababuk)
  2. Menangkis Sambil melakukan pukulan kejut (neke) terhadap apa saja yang dekat, (neke persendian)
  3. Menangkap sambil mematahkan atau menotok leher (ngarojok beuheung)
  4. Membanting atau melempar sambil menginjak (ngajejek)
  5. Menjatuhkan sambil memukul ulu hati (ngagebug hulu angen)
  6. Mengunci sambil mematahkan (ngarikeskeun)
Jurus Pasangan/bubuka Jika digunakan untuk menyerang harus tepat kena sasaran vital, supaya lawan tidak bisa berdaya lagi.

“Jika bertamu pulang harus bawa oleh oleh” Jika memukul jangan hanya sekedar polos memukul  tapi harus membawa apa saja atau menjambak (ngarawel), menangkap terhadap apa saja yang dekat dengan posisi kita di susul lagi dengan puntiran,patahan,pukulan dsb ( Susul tepus)
Jika menendang harus disusul dengan pukuran yang keras (tonjok jamparing leupas), jeblag mapag angin atau jeblag waregu mekar.

Singkatnya dalam urusan penca ada dua perkara yaitu :
  1. Membela diri (menghindar)
  2. Menyerang (mengatur serangan)

Uraian ini hanya sekedar kaedah aturan Jika hendak digunakan dalam pertarungan membela diri, tapi tentunya sangat tidak baik jika tujuannya hanya ke sana. Yang dimaksud adalah menyampaikan apa yang menjadi jati diri dalam seni beladiri penca.


Author

Written by Admin

Seorang tukang ulin

0 komentar: